KELAS XI PM1
YANG TIDAK REMIDI
1. BENI BAGUS
2. ABD JALIL
3. AHMAD ADI PUTRO
4. AHMAD ISNAINI
5. ANDRE YUNIAWAN
6. ANDRI SETIONO
7. ANGGA NANDIKA
8. ARMAN DOMINGGO
9. DYKY PRASETYO
10. FENGKY WIJADMIKO
11. FERDI ERITA
12. FERRY RAMADANI
13. HARI KURNIAWAN
14. KHOIRUL ANWAR
KELAS XI PM2
YANG TIDAK REMIDI
1. LINTANG FERICA C.
2. LUKI EFENDI
3. MOH. ANSORI
4. MOH. FIRGOTUL FIKRI
5. NURIL ANWAR
6. SINDHU WIDI INDRIYANTO
7. SYAIFUL HUDA
MOHON INFORMASIKAAN TEMAN ANDA YANG TIDAK ADA NAMANYA BERARTI HARUS REMIDI: SOAL BISA DIBACA PADA BLOGER. TERIMAKASIH
Rabu, 28 November 2012
Remidi Kekuatan Bahan Kelas XI Pemesinan
TEST REMIDI SEMESTER GANJIL TAHUN 2012 – 2013
MATA DIKLAT :
KEKUATAN BAHAN DAN KOMPONEN MESIN
PEMBIMBING ; Drs. M. HARIONO, M.Pd
1. Tegangan tarik yang terjadi pada sebuah batang
silindris diameter 20 mm dengan beban tarik 2.500 kg adalah …
a. a. 368,49 kg/cm2 b. 536,99 kg/cm2 c. 657,99 kg/cm2 d. 796,18 kg/cm2 e. 1.259,86 kg/cm2
2. Sebuah poros
terbuat dari bahan St. 37, mak kekuatan bahan tersebut adalah….
a. 3,7 kg/mm2 b. 37 kg/mm2 c. 3,7 kg/cm2 d. 37 kg/cm2 e. 3700 kg/cm2
3. Sebiah batang bulat
menerima beban tarik sebesar 4000 kg,
tega
a. 12,6 mm b.
16,6 mm c. 22,6 mm d. 30,6 mm e. 36,6 mm
4. Jika suatu bahan
dengan diameter d = 15 mm dan tegangan tarik yang diijinkan (τt )
=1000 kg/cm2 maka beban yang mampu ditahan adalah ….
a. 1550 kg b. 1670 kg c.
1766 kg d. 1820 kg e. 1910 kg
5. Ilmu yang
memmpelajari kesetimbangan benda disebut ….
a. gaya b.
resultan c. statika d. deformasi e. tegangan
6. Bila diketahui gaya
F1 = 15 N, dan gaya F2 = 30 N Sudut antara keduanya adalah 60o maka
, besar resultan gaya adalah..
a. 37,68 N b.
38,68 N c. 39,68 d.
40,68 N e.41,68
N
7. Dengan gaya kopel
sebesar 10 N, kita kan memutar tangkai
tap ke kanan, dengan panjang tangkai tap 150 mm maka momen kopelnya adalah….
a. 1,5 m b.
15 m c. 150 m d. 1500 m e. 15000 m
8. Suatu bahan jika ditarik secara maksimum, berakibat
batang tidak mengalami pertambahan panjanng dinamakan…
a. batas elastisitas b.
batas maksimum c. batas
proporsional d. batas renggangan e. deformasi
geser yang diizinkan ( δg ) =
500 kg / cm2 , maka diameter paku keeling adalah
a. 22,3
mm c. 20,3 mm e. 10,3 mm
b. 15,7
mm d. 15,5 mm
10. Pada plat logam
yang tipis paku keeling digunakan dalam keadaan dingan hal ini dimaksudkan
supaya…
a. kuat b.
keras c. tidak terjadi
perenggangan d. tidak terjadi
distorsi e. tidak terjadi korosi
11. Rivet yang
digunakan untuk sambungan yang membutuhkan kekuatan tinggi adalah…
a. pan rivets b. snap rivets c.
musroom rivets d.
flat head rivets e.
countersunk head rivets
12. Rivet yang digunakan
untuk sambungan rata adalah…
a. pan rivets b. snap rivets c.
musroom rivets d.
flat head rivets e.
countersunk head rivet
13. kepala bentuk rata
digunakan untuk menyambung batang yang rata atau digunakan untuk menyambung
sudut pada batang yang tipis adalah …
a. pan rivets b.
snap rivets c. musroom rivets d. flat head
rivets e. countersunk head
rivet
14. kepala berbentuk jamur
digunakan untuk menyambung plat yang tipis adalah jenis rivets….
a.
pan rivets b. snap rivets c. musroom rivets d. flat head rivets e. countersunk head rivet
15. Rivets yang penggunaanya untuk menyatukan
bahan-bahan lunak yang terbagi menjadi dua bagian yaitu kepala dan pengunci
termasuk jenis rivets…..
a. Blind
rivets b. Bifurcated rivets c. . musroom rivets d. flat head rivets e. countersunk head rivet
Jawaban di kirim ke email: morganhariyono@yahoo.com
Paling Lambat tgl 8 Desember 2012
Jawaban di kirim ke email: morganhariyono@yahoo.com
Paling Lambat tgl 8 Desember 2012
Senin, 19 Desember 2011
5 hal orang menjadi sukses
5 Hal yang Melejitkan Orang-Orang (Biasa) Menjadi Sukses
By Joko Susilo | Comments (520) | Trackbacks (5)
Apa benar itu karena takdir? Apa mungkin mereka lebih beruntung dari anda?
Tentang orang-orang yang berhasil, dari pengamatan saya, mereka memiliki beberapa kesamaan:
- Mencintai yang dilakukan. Orang-orang sukses biasanya berhasil di bidang yang dicintainya. Karena senang dengan yang dilakukannya, mereka akan menjalaninya dengan riang gembira. Tanpa ada paksaan. Itulah kenapa misalnya seorang seperti Ahmadun Yosi Herfanda dan Jonru bisa menjadi penyair dan penulis hebat. Karena mereka mencintai yang dilakukannya.
Lakukan apa yang anda cintai. Makin anda lakukan, makin bersemangat dan nikmat menjalaninya. - Berorientasi pada tujuan. Orang-orang sukses selalu berorientasi pada tujuan. Tahu mengapa harus melakukan sesuatu. Dan memfokuskan usahanya untuk mencapai tujuan itu.
Ketahui dimana anda sekarang dan kemana akan melangkah, dan tahu bagaimana cara mencapainya. Selanjutnya just ACTION! - Berkumpul di lingkungan orang sukses. Nasihat lama mengatakan kalau ingin harum berkumpullah dengan penjual minyak wangi. Berkumpul di lingkungan yang sesuai, bisa mendorong anda mencapai apa yang anda inginkan.
- Percaya diri. Orang-orang sukses memiliki kepercayaan diri. Tanpa ragu mereka akan mengatakan kepada orang di sekelilngnya mengenai tujuan-tujuannya. Mereka mengatakan apa saja yang akan mereka lakukan dan hasilkan.
Jangan ragu, percayalah pada diri anda. Anda bisa! - Bekerja keras dan cerdas. Sekalipun berbisnis internet yang tiap harinya hanya menghadap komputer, namun jangan dikira kita tak perlu kerja keras dan cerdas. Tanpa bermaksud apa-apa, sekalipun saya bisa saja tak bekerja apapun sepanjang waktu, namun tiap harinya saya tetap mengalokasikan waktu bekerja. Sekalipun ada beberapa karyawan yang membantu, saya tetap ACTION. Saya tak keberatan bangun tengah malam sekalipun untuk mengecek email, blog, dan situs web.
Ya karena saya menyukainya. Saya mencintai apa yang saya lakukan. Saya cinta internet marketing.
Kesetiaan menjalani proses itulah kuncinya. Meski klise, namun sampai sekarang terus terbukti sangat telak terhadap hasil akhir yang ingin kita capai.
Dalam hidup segala sesuatunya memang tak selalu berjalan sempurna. Namun bukan berarti kita harus terdiam dan menyerah berpangku tangan pada nasib.
Bangkit dan mari ACTION!
Related Posts:
Kamis, 15 Desember 2011
Soal Pemesinan klas 3

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGIDINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 GLAGAH
Web site:http://www . smkn1glagah.net / E-mail: smkn1glagah@yahoo.com
Kampus 1 Jl. Kuntulan No.1 Telp./Fax. 0333 – 421222 Banyuwangi 68432
Kampus 2 Jl. Jaksa Agung Suprapto No.70 Telp.0333 – 424288 Banyuwangi 68416
| |||||
Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan
Program Keahlian : Teknik Pemesinan
Kelas : XI Pemesinan
Hari/ Tanggal
Waktu :
Jenis Soal : Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban berikut ini yang anda anggap paling benar!
1. Draiser pada batu gerinda berfungsi untuk …………………………
a. Meratakan batu gerinda
b. Menajamkan batu gerinda
c. Mengasah batu gerinda
d. Meluruskan batu gerinda
e. Membuat batu gerinda
2. Berikut ini adalah macam – macam alat potong pada proses kerja bangku……………
a. File c. Centre Punch e. High Guage
b. Face mill cutter d. Cutter g
3. Benda kerja yang dibubut dengan diameter 20 mm bahan yang digunakan St 40 maka putaran mesin yang digunakan adalah………
a. 370 rpm c. 460 rpm e. 320 rpm
b. 510 rpm d. 770 rpm
4. Fungsi dari perlakuan Anealing antara lain, kecuali………………..
a. Mengurangi kekerasan
b. Menghilangkan tegangan
c. Menambah kekuatan
d. Memperbaiki ductulitas
e. Menambah kekerasan
5. Sebuah batang bulat dengan diameter 25 mm harus menahan beban tarik sebesar 5000 kg maka besar tegangan tariknya yang terjadi adalah………..
a. 1017 kg/cm2 c.1020 kg/ cm2 e. 1025 kg/cm2
b.1018 kg/cm2 d. 1022 kg/cm2
6. Proses pembentukan dengan jalan cold working dengan membengkokkan benda kerja disebut…………….
a. Bending b. Extruding c. Forging d. Forming e. Rolling
7. manajemen bahaya dikenal lima prinsip pengendalian bahaya yang bisa digunakan secara
bertingkat/bersama-sama untuk kecuali…………………..
a. Penggantian/substitution, juga dikenal sebagai enginering control
b. Pengendalian administratif/administrative controls
c. Perlengkapan perlindungan personel
d. Pemisahan/separation
e. Pemusatan pekerjaan /Central work
8. Perhatikan gambar pengukuran micrometer berikut ini. Berapa ukuran yang ditunjukkan pada gambar dibawah ……………a. 12,33 mm
b. 13,83 mm
c. 12,83 mm
d. 13,33 mm
e. 10,25 mm
9. Gambar dibawah ini jika varnier chaliper memiliki ketelitian 0,05 maka terbaca pengukuran…………………..a. 6,80 mm c. 7,15 mm e. 8,25mm
b. 5,80 mm d. 9,15mm
10. Diketahui gambar pada bahan yang akan dilakukan pengeboran seperti dibawah. Jarak yang terbentuk pada sumbu X sebagaimana gambar dibawah adalah…………….
|
11. Gambar disamping ini adalah proyeksi a. Isometrik
b. Piktorial
c. Dimetri
d. Perspektif
e. Atraktif12.
13. Simbul b pada symbol pengerjaan disamping adalah … 

a. Harga kekasaran
b. Cara proses pengerjaan
c. Ukuran yang dilebihkan
d. Serat bekas pengerjaan
e. Harga toleransi
14. Baja dipanaskan sampai suhu antar 770 - 830o C kemudian ditahan beberapa saat lalu didinginkan secara cepat/ mendadak adalah proses perlakuan panas dari……………………………
a. Annealing b. Normalizing c. Hardening d. Tempering e. Karborizing
15. Berikut ini alat bantu melukis pada benda kerja adalah, kecuali ……………..
a. High Guage c. Centre Punch e. Ruller
b. Sawwing d. Paint
16. Berikut ini adalah perlengkapan pada mesin bubut………………
a. Head Stock c. Tail Stock d. Lathe dog
b. Transportinr e. Arbor
17. Gambar dibawah ini adalah salah satu perlengkapan pada mesin bubut yang berfungsi untuk…………
![]() |
18. Sebuah poros dari bahan mild stell dengan diameter 25 mm ( Cs = 20 m/menit ) dan panjang 350 mm. maka kecepatan putar main spindle adalah…………
a. 398,08 Rpm c. 310,50 Rpm e. 254,77 Rpm
b. 250 Rpm d. 298,08 Rpm
19. Proses pembentukan logam atau paduannya dengan cara menekan dalam cetakan sehingga menghasilkan benda sesai dengan cetakannya disebut……………………
a. Extruding b. Rolling c. Forging d. Drawing e. Strength
20. Kecepatan potong untuk mengebor baja lunak (Cs) = 25 m/mnt dan diameter bor yang digunakan 15 mm,
secara teoritis putaran mesinnnya adalah………..
a. 398,08 rpm b. 530,78 rpm c. 3.140 rpm d. 531 rpm e. 280,25
21. Besar sudut center drill adalah ……derajat
a. 112 b. 115 c. 118 d.122 e. 130
22. Cara membubut tirus pada poros yang panjang, dapat dikerjakan dengan……..
a. Memiringkan eretan memanjang
b. Memiringkan tool holder
c. Memiringkan eretan atas
d. Memiringkan lubang
e. Menggeser kepala lepas
23. Jika ukuran suatu Ulir segi tiga tercantum W ½ “, yang dimasud dengan angka ½ adalah…………
a. Besarnya diameter nominal ulir = ½ inchi
b. Jarak kisar ulir = ½ inchi.
c. Jarak antara puncak ulirnya = ½ mm
d. Panjang ulir efektif = ½ “
e. Banyaknya ulir tiap inchi
24.
|

25. Gambar dibawah ini yang merupakan Gear Hobing adalah…………….
![]() |
26. Pada gambar disamping busur singgung batu gerinda adalah…………………….
a. Busur singgung kecil untuk batu gerinda lunak b. Busur singgung besar untuk batu gerinda keras
c. Busur singgung besar untuk batu gerinda lunak
d. Busur singgung kecil untuk batu gerinda keras
e. Busur singgung besar untuk batu gerinda sedang
27. Sebuah batu gerinda berdiameter 200 mm, akan bekerja dengan kecepatan potong 20 m/menit. Maka kecepatan putar batu gerinda adalah………………………………….
a. 31,85 rpm b. 39,80 rpm c. 42,31 rpm d. 44,27 rpm e. 32,82 rpm
28. Faktor – factor yang menentukan pekerjaan nmenghaluskan permukaan benda kerja dengan penggerindaan
adalah kecuali………………..
a. Kecepatan pemotongan benda kerja
b. Ukuran diameter batu gerinda yang dipergunakan
c. Kecepatan putaran batu gerinda
d. Pendingin yang digunakan saat penggerindaan
e. Tekanan penyayatan benda kerja
29. . Rumus menentukan diameter poros ulir adalah………………
a. Dp = Dl – 10% K c. Dp = Dn – 10% K e. Dp = Dn - K
b. Dp = Dn + 10 % K d. Dp = Dl + 10% K
30. Benda kerja yang dibubut dengan diameter 20 mm bahan yang digunakan St 40 maka putaran mesin yang digunakan adalah………
a. 370 rpm c. 460 rpm e. 320 rpm
b. 510 rpm d. 770 rpm
31. Alat Bantu untuk membubut tirus yang memiliki sudut tirus kecil dinamakan…………………..
a. Taper Gauge c. Taper Altaricment e. Let Dog
b. Taper Attachment d. Limit Plug Gauge
|

33. Pada umumnya dilihat dari kedudukan arbornya, mesin frais terdiri dari kecuali………….
a. Mesin frais vertical
b. Mesin frais horisontal
c. Mesin frais universal
d. Mesin frais tangensial
e. Mesin frais universal vertical
|
35. Yang termasuk bahaya resiko manusia adalah…………………
- Bahaya-bahaya biologi, kimia, ruang kerja, suhu, kualitas udara
- Pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan secara manual, peralatan dan perlengkapan dalam pekerjaan
- Kejahatan di tempat kerja, termasuk kekerasan, sifat pekerjaan itu sendiri yang berbahaya
- Peralatan dan perlengkapan dalam pekerjaan, getaran, factor ergonomic
- Panas/termal, cahaya dan pencahayaan.
36. Ada lima hal yang harus selalu diperhatikan untuk kerja pemesinan ialah kecuali……………………….
a. Mentaati SOP Pekerjaan dan K3
b. Mesin harus selalu bersih dan siap pakai,
c. Penguasaan mesin ,cara menggunakan,memilih Speed dan Feed
d. Memilih Peralatan yang sesuai dengan benda kerja,
e. Mengenal masalah-masalah dan kesulitan dalam membaca gambar dan mengoperasikan alat ukur serta pekerjaan pembubutan dan cara pemecahannya
37. Beberapa sumber yang berakibat adanya faktor – faktor yang membuat suatu proses pengukuran menjadi tidak teliti dan tidak tepat adalah seperti pernya-nyataan di bawah ini , kecuali………………..
a. Alat ukur
b. Benda ukur
c. Posisi pengukuran
d. Lingkungan
e. Produk ( merk ) alat ukur
38. . Rumus menentukan diameter lubang ulir adalah………………
a. Dp = Dl + K c. Dl = Dn – 10% K e. Dl = Dn - K
b. Dl = Dn + K d. Dl = Dp – K
39. Ulir yang digunakan untuk mengikat yang jarang dilepas adalah
a. ulir segi empat d. ulir ganda
b. ulir segitiga d. ulir tunggal
c. ulir betris
40. Gambar disamping adalah :
a. face Plate b. Kacamata jalan c. Plat pembawa
d. Lathe dog e. mandril
SOAl ILMU LOGAM
Kerjakan soal di bawah ini dengan tepat!
1. Logam yang tahan terhadap panas disebut logam….
2. Logam tanpa campuran sudah dapat digunakan sebagai bahan teknik disebut…
3. Logam ferro disebut juga dengan ……
4. Pembenahan bijih-bijih juga disebut dengan…..
5. Pelarutan bijih-bijih dengan bahan kimia sesuai dengan jenis logam dinamakan proses…..
6. Proses pemurnian bijih besi dengan cara pemanasan dinamakan proses…
7. Lapisan konvertor Bessemer terbuat dari… bersifat….. proses Bessmer juga disebut …..
8. Arti dari AISI _ SAE B 2087 adalah ....
9. Ciri - ciri dari Baja Widia adalah ....
10.Mengapa anda sampai ikut remidi?
8. Arti dari AISI _ SAE B 2087 adalah ....
9. Ciri - ciri dari Baja Widia adalah ....
10.Mengapa anda sampai ikut remidi?
AVOMETER
Cara Menggunakan Multimeter
July 30, 2010 by Drs. M. Hariyono,M.Pd
Skala Multimeter
Cara menggunakan Multimeter
1. Mengukur tegangan DC
o Atur Selektor pada posisi DCV.
o Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar tegangan yang akan di cek, jika tegangan yang di cek sekitar 12Volt maka atur posisi skala di batas ukur 50V.
o Untuk mengukur tegangan yang tidak diketahui besarnya maka atur batas ukur pada posisi tertinggi supaya multimeter tidak rusak.
o Hubungkan atau tempelkan probe multimeter ke titik tegangan yang akan dicek, probe warna merah pada posisi (+) dan probe warna hitam pada titik (-) tidak boleh terbalik.
o Baca hasil ukur pada multimeter.
2. Mengukur tegangan AC
o Atur Selektor pada posisi ACV.
o Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar tegangan yang akan di cek, jika tegangan yang di cek sekitar 12Volt maka atur posisi skala di batas ukur 50V.
o Untuk mengukur tegangan yang tidak diketahui besarnya maka atur batas ukur pada posisi tertinggi supaya multimeter tidak rusak.
o Hubungkan atau tempelkan probe multimeter ke titik tegangan yang akan dicek. Pemasangan probe multimeter boleh terbalik.
o Baca hasil ukur pada multimeter.
3. Mengukur kuat arus DC
o Atur Selektor pada posisi DCA.
o Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar arus yang akan di cek, misal : arus yang di cek sekitar 100mA maka atur posisi skala di batas ukur 250mA atau 500mA.
o Perhatikan dengan benar batas maksimal kuat arus yang mampu diukur oleh multimeter karena jika melebihi batas maka fuse (sekring) pada multimeter akan putus dan multimeter sementara tidak bisa dipakai dan fuse (sekring) harus diganti dulu.
o Pemasangan probe multimeter tidak sama dengan saat pengukuran tegangan DC dan AC, karena mengukur arus berarti kita memutus salah satu hubungan catu daya ke beban yang akan dicek arusnya, lalu menjadikan multimeter sebagai penghubung.
o Hubungkan probe multimeter merah pada output tegangan (+) catu daya dan probe (-) pada input tegangan (+) dari beban/rangkaian yang akan dicek pemakaian arusnya.
o Baca hasil ukur pada multimeter.
4. Mengukur nilai hambatan sebuah resistor tetap
o Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
o Pilih skala batas ukur berdasarkan nilai resistor yang akan diukur.
o Batas ukur ohmmeter biasanya diawali dengan X (kali), artinya hasil penunjukkan jarum nantinya dikalikan dengan angka pengali sesuai batas ukur
o Hubungkan kedua probe multimeter pada kedua ujung resistor boleh terbalik.
o Baca hasil ukur pada multimeter, pastikan nilai penunjukan multimeter sama dengan nilai yang ditunjukkan oleh gelang warna resistor.
5. Mengukur nilai hambatan sebuah resistor variabel (VR)
o Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
o Pilih skala batas ukur berdasarkan nilai variabel resistor (VR)yang akan diukur.
o Batas ukur ohmmeter biasanya diawali dengan X (kali), artinya hasil penunjukkan jarum nantinya dikalikan dengan angka pengali sesuai batas ukur.
o Hubungkan kedua probe multimeter pada kedua ujung resistor boleh terbalik.
o Sambil membaca hasil ukur pada multimeter, putar/geser posisi variabel resistor dan pastikan penunjukan jarum multimeter berubah sesuai dengan putaran VR.
6. Mengecek hubung-singkat / koneksi
o Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
o Pilih skala batas ukur X 1 (kali satu).
o Hubungkan kedua probe multimeter pada kedua ujung kabel/terminal yang akan dicek koneksinya.
o Baca hasil ukur pada multimeter, semakin kecil nilai hambatan yang ditunjukkan maka semakin baik konektivitasnya.
o Jika jarum multimeter tidak menunjuk kemungkinan kabel atau terminal tersebut putus.
7. Mengecek diode
o Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
o Pilih skala batas ukur X 1K (kali satu kilo = X 1000).
o Hubungkan probe multimeter (-) pada anoda dan probe (+) pada katoda.
o Jika diode yang dicek berupa led maka batas ukur pada X1 dan saat dicek, led akan menyala.
o Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti dioda baik, jika tidak menunjuk berarti dioda rusak putus.
o Lepaskan kedua probe lalu hubungkan probe multimeter (+) pada anoda dan probe (-) pada katoda.
o Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti dioda baik, jika bergerak berarti dioda rusak bocor tembus katoda-anoda.
8. Mengecek transistor NPN
o Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
o Pilih skala batas ukur X 1K (kali satu kilo = X 1000).
o Hubungkan probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada kolektor .
o Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti transistor rusak putus B-C.
o Lepaskan kedua probe lalu hubungkan probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada kolektor.
o Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-C.
o Hubungkan probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada emitor.
o Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti transistor rusak putus B-E.
o Lepaskan kedua probe lalu hubungkan probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada emitor.
o Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-E.
o Hubungkan probe multimeter (+) pada emitor dan probe (-) pada kolektor.
o Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus C-E.
o Note : pengecekan probe multimeter (-) pada emitor dan probe (+) padakolektor tidak diperlukan.
9. Mengecek transistor PNP
o Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
o Pilih skala batas ukur X 1K (kali satu kilo = X 1000).
o Hubungkan probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada kolektor.
o Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti transistor rusak putus B-C.
o Lepaskan kedua probe lalu hubungkan probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada kolektor.
o Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-C.
o Hubungkan probe multimeter (+) pada basis dan probe (-) pada emitor.
o Jika multimeter menunjuk ke angka tertentu (biasanya sekitar 5-20K) berarti transistor baik, jika tidak menunjuk berarti transistor rusak putus B-E.
o Lepaskan kedua probe lalu hubungkan probe multimeter (-) pada basis dan probe (+) pada emitor.
o Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus B-E.
o Hubungkan probe multimeter (-) pada emitor dan probe (+) pada kolektor.
o Jika jarum multimeter tidak menunjuk (tidak bergerak) berarti transistor baik, jika bergerak berarti transistor rusak bocor tembus C-E.
o Note : pengecekan probe multimeter (+) pada emitor dan probe (-) pada kolektor tidak diperlukan.
10. Mengecek Kapasitor Elektrolit (Elko)
o Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
o Pilih skala batas ukur X 1 untuk nilai elko diatas 1000uF, X 10 untuk untuk nilai elko diatas 100uF-1000uF, X 100 untuk nilai elko 10uF-100uF dan X 1K untuk nilai elko dibawah 10uF.
o Hubungkan probe multimeter (-) pada kaki (+) elko dan probe (+) pada kaki (-) elko.
o Pastikan jarum multimeter bergerak kekanan sampai nilai tertentu (tergantung nilai elko) lalu kembali ke posisi semula.
o Jika jarum bergerak dan tidak kembali maka dipastikan elko bocor.
o Jika jarum tidak bergerak maka elko kering / tidak menghantar.
Langganan:
Postingan (Atom)

